RADAR PENATARAN – Mencari tahu karakter berdasarkan tanggal lahir tidak selalu dilakukan melalui zodiak atau perhitungan numerologi modern. Dalam kebudayaan Jawa, masyarakat mengenal weton sebagai salah satu cara tradisional untuk menggambarkan watak seseorang berdasarkan hari dan pasaran kelahirannya.
Weton masih sering menjadi bahan pembicaraan, terutama ketika seseorang ingin mengetahui sifat dirinya maupun orang terdekat. Ada yang menghubungkannya dengan karakter dalam pergaulan, cara mengambil keputusan, hingga kebiasaan ketika menghadapi persoalan.
Menurut kepercayaan Primbon Jawa, setiap kombinasi weton mempunyai gambaran tersendiri. Perbedaan tersebut berasal dari perpaduan tujuh hari dalam sepekan dan lima pasaran Jawa.
Baca Juga: Hari Baik Menikah 2027 Menurut Primbon Jawa, Ini Bulan yang Banyak Dipilih
Hari Lahir Memiliki Makna dalam Tradisi Jawa
Dalam perhitungan weton, hari kelahiran menjadi unsur pertama yang diperhatikan. Masing-masing hari mempunyai nilai neptu dan penafsiran karakter yang berbeda.
Orang yang lahir pada Minggu sering digambarkan memiliki rasa percaya diri dan senang berinteraksi. Senin dikaitkan dengan sifat lembut serta perhatian kepada orang lain.
Sementara itu, Selasa kerap dihubungkan dengan keberanian dan ketegasan. Rabu sering digambarkan sebagai pribadi yang pandai berkomunikasi, sedangkan Kamis dikaitkan dengan tanggung jawab dan pendirian kuat.
Jumat dalam beberapa penafsiran memiliki gambaran karakter ramah dan menyukai ketenangan. Adapun Sabtu sering dikaitkan dengan kemandirian, ketekunan, serta kemampuan menghadapi tantangan.
Gambaran tersebut merupakan penafsiran umum berdasarkan tradisi. Karakter setiap orang tentu tidak bisa disamakan hanya karena memiliki hari kelahiran yang sama.
Baca Juga: Jadwal Hari Baik Pindah Rumah Desember 2026, Simak Weton dan Tradisi Jawa
Lima Pasaran yang Memengaruhi Weton
Selain hari, pasaran menjadi bagian penting dalam menentukan weton. Masyarakat Jawa mengenal lima pasaran, yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.
Masing-masing pasaran mempunyai nilai serta gambaran watak tersendiri dalam Primbon Jawa.
1. Pasaran Legi
Legi sering dikaitkan dengan sifat ramah, menyenangkan, dan mudah membangun hubungan dengan orang lain. Orang yang lahir pada pasaran ini juga digambarkan menyukai suasana damai.
2. Pasaran Pahing
Pahing kerap dihubungkan dengan karakter berani, memiliki semangat tinggi, dan mempunyai keinginan kuat. Dalam beberapa penafsiran, sifat terlalu keras dalam mempertahankan pendapat menjadi hal yang perlu diperhatikan.
3. Pasaran Pon
Pon sering digambarkan sebagai pribadi yang tekun, bertanggung jawab, dan cukup berhati-hati. Karakter ini juga dikaitkan dengan kemampuan mempertimbangkan sesuatu sebelum mengambil keputusan.
4. Pasaran Wage
Wage memiliki gambaran karakter sederhana, teliti, dan tidak mudah terburu-buru. Orang dengan pasaran ini sering dihubungkan dengan sifat yang lebih suka mengamati keadaan sebelum bertindak.
5. Pasaran Kliwon
Kliwon kerap dikaitkan dengan kepekaan, intuisi, dan ketertarikan terhadap hal-hal yang bersifat mendalam. Dalam beberapa kepercayaan, pemilik pasaran ini juga digambarkan memiliki pembawaan yang cukup kuat.
Contoh Perhitungan Watak Berdasarkan Weton
Untuk memahami bagaimana weton dihitung, seseorang perlu mengetahui nilai neptu hari dan pasaran.
Nilai neptu hari terdiri dari Minggu 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, dan Sabtu 9. Sementara itu, nilai pasaran Legi 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4, dan Kliwon 8.
Sebagai contoh, seseorang yang lahir pada Kamis Legi mempunyai neptu 13. Angka tersebut diperoleh dari nilai Kamis 8 ditambah Legi 5.
Contoh lainnya adalah Sabtu Wage yang mempunyai neptu 13, berasal dari Sabtu 9 dan Wage 4.
Kedua weton tersebut memiliki jumlah neptu yang sama, tetapi kombinasi hari dan pasarannya berbeda. Dalam penafsiran primbon, keduanya juga dapat memiliki gambaran karakter yang tidak sama.
Cara Mengetahui Weton dari Tanggal Lahir
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui weton kelahirannya, langkah pertama adalah memastikan tanggal lahir secara lengkap. Selanjutnya, tanggal tersebut dicocokkan dengan kalender Jawa untuk menemukan hari dan pasarannya.
Setelah mengetahui weton, nilai neptu dapat dihitung dengan menjumlahkan angka hari dan pasaran. Hasil tersebut kemudian dapat digunakan untuk membaca penafsiran karakter berdasarkan sumber Primbon Jawa.
Perlu diperhatikan bahwa tanggal lahir berdasarkan kalender Masehi tidak dapat langsung menunjukkan pasarannya tanpa proses pencocokan kalender. Karena itu, penggunaan kalender Jawa yang akurat sangat diperlukan.
Apakah Watak Weton Bisa Menentukan Kepribadian?
Meskipun masih dipercaya sebagian masyarakat, penafsiran watak berdasarkan weton tidak memiliki dasar ilmiah untuk memastikan kepribadian seseorang. Dua orang dengan weton yang sama tetap bisa mempunyai kebiasaan, pemikiran, dan sifat yang berbeda.
Kepribadian manusia terbentuk melalui berbagai pengalaman, lingkungan keluarga, pendidikan, serta proses interaksi sosial. Oleh karena itu, hasil perhitungan weton sebaiknya dipahami sebagai bagian dari tradisi budaya, bukan patokan untuk menilai seseorang.
Mengenal karakter berdasarkan weton lahir dapat menjadi cara menarik untuk mempelajari warisan leluhur. Selain mengenalkan sistem kalender Jawa, tradisi ini juga memperlihatkan bagaimana masyarakat terdahulu memaknai hubungan antara waktu kelahiran dan kehidupan manusia.
Editor : Gita Dwi N.
Sumber : pinterest