Kalender Hari Baik Menikah 2027, Pasangan Jawa Perlu Perhatikan Weton

RADAR PENATARAN – Menentukan tanggal pernikahan menjadi salah satu keputusan penting bagi pasangan yang berencana membangun rumah tangga pada 2027. Sebagian masyarakat Jawa tidak hanya mempertimbangkan kesiapan biaya dan tempat acara, tetapi juga melihat kalender Jawa untuk mencari hari yang dianggap baik menurut tradisi.
Kepercayaan mengenai hari baik menikah masih dijumpai dalam berbagai keluarga. Perhitungan tersebut biasanya melibatkan weton calon pengantin, neptu, serta bulan pelaksanaan pernikahan. Tujuannya sebagai bentuk penghormatan terhadap adat sekaligus mengikuti kebiasaan yang diwariskan oleh orang tua dan leluhur.
Meski demikian, setiap keluarga bisa memiliki cara perhitungan yang berbeda. Oleh karena itu, pasangan perlu memahami bahwa daftar tanggal yang beredar belum tentu berlaku sama untuk semua orang.
Mengenal Perhitungan Hari Baik Menikah
Dalam tradisi Jawa, weton merupakan gabungan antara hari dalam kalender tujuh hari dan lima pasaran Jawa. Lima pasaran tersebut meliputi Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.
Setiap hari dan pasaran mempunyai nilai neptu masing-masing. Nilai inilah yang kemudian digunakan dalam berbagai perhitungan adat, termasuk ketika menentukan waktu pernikahan.
Sebagai contoh, seseorang yang lahir pada Selasa Pon mempunyai neptu 10. Angka tersebut berasal dari nilai Selasa sebesar 3 dan Pon sebesar 7.
Sementara itu, seseorang yang lahir pada Minggu Kliwon mempunyai neptu 13, hasil penjumlahan Minggu 5 dan Kliwon 8.
Dalam beberapa metode primbon, neptu kedua calon pengantin dijumlahkan terlebih dahulu. Hasilnya kemudian digunakan untuk mempertimbangkan tanggal yang sesuai dengan aturan perhitungan yang dianut keluarga.



