Terungkap Weton Jendral Listyo Sigit Prabowo, Ada Hari yang Dipercaya Kurang Baik Menurut Primbon


SOLO – Tanggal lahir mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ternyata menyimpan hitungan menarik dalam penanggalan Jawa. Lahir pada 5 Mei 1969, Listyo Sigit memiliki weton Senin Pon dengan jumlah neptu 11.
Dalam tradisi Primbon Jawa, weton Senin Pon dipercaya memiliki karakter khas, mulai dari kecerdasan, kemampuan berbicara, hingga kecakapan membaca situasi. Namun, di balik sejumlah kelebihan tersebut, terdapat pula watak yang perlu dikendalikan serta hitungan hari yang dianggap kurang baik.
Berdasarkan profil resmi Divisi Humas Polri, Listyo Sigit Prabowo lahir di Ambon, Maluku, pada 5 Mei 1969. Hasil pencocokan tanggal tersebut dengan kalender Jawa menunjukkan hari Senin Pon, bertepatan dengan 17 Sapar 1901 Jawa.
Perhitungan ini menghasilkan neptu 11, yang berasal dari nilai hari Senin sebesar 4 dan pasaran Pon sebesar 7.
Weton Senin Pon Punya Neptu 11
Dalam perhitungan Primbon Jawa, setiap hari dan pasaran memiliki nilai neptu masing-masing. Senin mempunyai nilai 4, sedangkan Pon memiliki nilai 7.
Jika dijumlahkan, keduanya menghasilkan angka 11. Angka tersebut menjadi dasar untuk membaca berbagai petungan tradisional, mulai dari karakter, rezeki, kecocokan pasangan, hingga pemilihan hari baik.
Salah satu penafsiran dalam Primbon Jawa menyebut pemilik weton Senin Pon memiliki kecenderungan pandai membawa diri. Mereka juga dikenal memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan mudah mendapatkan simpati orang lain.
Dalam sejumlah tafsir, pemilik weton ini digambarkan memiliki pemikiran yang cerdas, teliti, serta mampu menyampaikan pendapat sehingga mudah diterima lingkungan sekitarnya.
Sifat lainnya adalah menyukai ketenangan dan cenderung memiliki cara berpikir sendiri. Karakter tersebut dalam beberapa penafsiran juga dikaitkan dengan keberanian mempertahankan pendirian.



