Kalender Jawa 2027 untuk Membuka Usaha, Ini Cara Memilih Hari Baik Menurut Primbon

RADAR PENATARAN – Menentukan tanggal pembukaan usaha pada 2027 tidak hanya berkaitan dengan kesiapan modal dan lokasi bisnis. Bagi sebagian masyarakat Jawa, memilih hari baik berdasarkan kalender tradisional juga menjadi bagian dari persiapan sebelum memulai kegiatan perdagangan.
Tradisi tersebut dikenal dengan istilah petungan dina, yaitu perhitungan hari yang digunakan untuk mempertimbangkan waktu pelaksanaan suatu kegiatan. Dalam praktiknya, calon pengusaha dapat memperhatikan hari, pasaran, serta neptu untuk memperoleh hasil perhitungan sesuai pedoman primbon yang dianut.
Pemilihan hari baik biasanya dilakukan agar pemilik usaha merasa lebih tenang ketika memulai aktivitas baru. Meski demikian, setiap daerah dapat mempunyai aturan dan penafsiran berbeda sehingga tidak semua tanggal memiliki makna yang sama dalam setiap tradisi.
Baca Juga: Tibo Pati dalam Primbon Jawa, Ini Makna Hasil Perhitungan yang Dipercaya Membawa Kesialan
Mengenal Lima Pasaran dalam Kalender Jawa
Kalender Jawa memiliki lima pasaran yang terus berputar, yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Kelima pasaran tersebut berpadu dengan tujuh hari dalam kalender umum sehingga membentuk siklus weton.
Masing-masing pasaran mempunyai nilai neptu yang digunakan dalam perhitungan tradisional. Legi memiliki nilai 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4, dan Kliwon 8.
Sementara itu, nilai hari terdiri dari Minggu 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, dan Sabtu 9. Kedua nilai tersebut dijumlahkan untuk mengetahui neptu suatu weton.
Sebagai contoh, seseorang yang memilih Rabu Pon sebagai tanggal pembukaan usaha akan memperoleh neptu 14. Nilai tersebut berasal dari Rabu 7 ditambah Pon 7.
Metode Pancasuda untuk Menentukan Hari Baik



