Budidaya Melon Hidroponik, Ternyata Posisi Buah pada Batang Bisa Memengaruhi Hasil Panen

RADAR PENATARAN – Budidaya melon hidroponik tidak hanya bergantung pada pemberian nutrisi dan penyiraman. Posisi tumbuhnya buah pada batang juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi ukuran dan kualitas melon saat dipanen.
Dalam sistem hidroponik, tanaman melon umumnya dibudidayakan menggunakan media tanam seperti cocopeat atau arang sekam dengan dukungan larutan nutrisi. Tanaman kemudian diarahkan tumbuh secara vertikal menggunakan tali penyangga agar penggunaan ruang lebih efisien.
Salah satu tahapan penting dalam proses tersebut adalah mengatur cabang tempat buah berkembang. Petani perlu menentukan cabang yang akan dipertahankan sekaligus memangkas bagian tanaman yang tidak diperlukan.
Posisi Cabang Berpengaruh terhadap Kualitas Buah
Tidak semua posisi cabang menghasilkan buah dengan karakteristik yang sama. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Vegetalika Universitas Gadjah Mada pada 2025 menunjukkan bahwa posisi cabang pembuahan dapat memengaruhi pertumbuhan, hasil, dan mutu buah melon dalam sistem fertigasi hidroponik.
Penelitian tersebut membandingkan posisi cabang bawah, tengah, dan atas pada tanaman melon. Hasilnya menunjukkan bahwa cabang tengah pada ruas ke-9 hingga ke-10 dan cabang atas pada ruas ke-11 hingga ke-12 menghasilkan buah dengan bobot, panjang, dan diameter lebih baik dibandingkan cabang bawah pada ruas ke-7 hingga ke-8.
Peneliti merekomendasikan pemeliharaan buah pada cabang tengah, khususnya ruas ke-9 hingga ke-10, dengan mempertimbangkan risiko yang dapat muncul pada cabang bagian atas. Temuan ini memperlihatkan bahwa pengaturan posisi buah menjadi bagian penting dalam teknik budidaya melon hidroponik.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-20 vs Amerika Serikat U-20 November 2026, Ini Jadwal dan Persiapannya !
Pemangkasan Membantu Mengatur Pertumbuhan Tanaman
Melon merupakan tanaman merambat yang dapat menghasilkan banyak tunas samping selama masa pertumbuhan. Jika tidak dikendalikan, pertumbuhan cabang yang terlalu banyak dapat membuat pengelolaan tanaman menjadi lebih rumit.
Pemangkasan dilakukan untuk mengatur bentuk tanaman dan menentukan cabang yang akan dipertahankan. Tunas yang tidak diperlukan dapat dipotong agar perawatan lebih terarah.
Selain memangkas cabang, petani juga perlu memperhatikan jumlah daun yang dipertahankan. Daun berperan dalam proses fotosintesis yang menghasilkan energi bagi pertumbuhan tanaman dan perkembangan buah.
Karena itu, pemangkasan tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Petani perlu menyesuaikan tekniknya dengan varietas melon, kondisi tanaman, serta pola budidaya yang digunakan.



