Gunung Lawu via Candi Cetho Penuh Debu, Pendaki Hadapi Trek Curam hingga Kabut Tebal

KARANGANYAR - Pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho menawarkan pengalaman yang tidak selalu mudah bagi para pendaki. Jalur panjang, debu tebal, tanjakan curam, hingga kabut yang menyelimuti kawasan pegunungan menjadi tantangan sepanjang perjalanan menuju puncak.
Dalam video perjalanan pendakian bagian ketiga, rombongan mengawali pagi dengan kondisi tenda yang dipenuhi debu. Partikel halus bahkan masuk ke sejumlah tenda dan mengotori perlengkapan pendakian.
Jalur Candi Cetho Penuh Debu dan Tanjakan
Setelah sarapan, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pos 4 Penggik. Jalur dari Pos 3 Cemoro Dowo didominasi tanjakan curam dengan debu yang beterbangan.
Kondisi tersebut membuat perjalanan terasa lebih melelahkan, terlebih saat matahari mulai terik. Pendaki juga perlu memperhatikan perlindungan pernapasan dan kulit selama berada di jalur terbuka.
Pos 4 menjadi tempat rombongan beristirahat sekaligus menyiapkan makan siang. Setelah kembali mengumpulkan tenaga, mereka melanjutkan perjalanan melewati jalur yang lebih bervariasi menuju Pos 5 Bulak Peperangan.
Bulak Peperangan hingga Gupakan Menjangan
Di Pos 5, hamparan sabana menawarkan pemandangan khas Gunung Lawu. Namun, kabut yang datang silih berganti membatasi jarak pandang dan menutupi sebagian panorama.
Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Gupakan Menjangan di ketinggian sekitar 2.900 meter di atas permukaan laut (mdpl). Area yang luas tersebut dipilih sebagai lokasi mendirikan tenda sebelum melanjutkan pendakian menuju puncak.
Kabut Menyelimuti Perjalanan Menuju Puncak
Pendakian menuju puncak dimulai pada dini hari dengan kondisi angin dingin dan kabut tebal. Rombongan melewati kawasan Pasar Dieng yang dikenal dengan berbagai cerita mistis di kalangan pendaki.
Setelah mencapai puncak dan menyelesaikan sesi dokumentasi, mereka kembali turun menuju Gupakan Menjangan. Perjalanan ini menjadi pengingat bahwa pendakian bukan hanya soal menikmati pemandangan, tetapi juga menghadapi kondisi alam yang berubah-ubah.
Gunung Lawu via Candi Cetho pun menawarkan pengalaman berbeda bagi setiap pendaki. Persiapan fisik, perlengkapan yang sesuai, dan sikap menghormati alam tetap menjadi hal penting selama perjalanan.



