Legenda Roro Jonggrang Tak Lekang oleh Waktu, Kini Hadir dalam Pertunjukan Dramatari

RADAR PENATARAN - Legenda Roro Jonggrang menjadi salah satu cerita rakyat Jawa yang masih dikenal hingga sekarang. Kisah tentang putri Kerajaan Prambanan yang dikutuk menjadi batu ini tidak hanya diwariskan melalui cerita lisan, tetapi juga dikembangkan menjadi pertunjukan seni yang memperkenalkan budaya Jawa kepada masyarakat luas.
Cerita tersebut lekat dengan keberadaan Candi Prambanan. Perpaduan antara kisah cinta, peperangan, tipu daya, dan unsur mistis membuat legenda Roro Jonggrang memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun wisatawan.
Baca Juga: Candi Muara Takus, Jejak Kejayaan Buddha di Riau yang Punya Arsitektur Berbeda dari Candi di Jawa
Dari Cerita Rakyat Menjadi Pertunjukan Budaya
Seiring perkembangan zaman, legenda Roro Jonggrang tidak hanya dikenal melalui buku cerita atau dongeng yang disampaikan secara turun-temurun. Kisah tersebut juga diadaptasi menjadi pertunjukan dramatari yang memadukan seni tari, musik gamelan, dan seni peran.
Salah satu pertunjukan yang mengangkat cerita ini adalah The Legend of Roro Jonggrang di kawasan Candi Prambanan. Pertunjukan tersebut menjadi salah satu bentuk pengembangan seni budaya yang mengemas cerita rakyat dalam penampilan panggung.
Melalui pertunjukan ini, penonton dapat menyaksikan kembali perjalanan Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso dalam bentuk visual. Setiap adegan menggambarkan konflik antartokoh, mulai dari peperangan hingga munculnya syarat pembangunan seribu candi.
Pengemasan cerita melalui seni pertunjukan membuat legenda tersebut lebih mudah dinikmati oleh berbagai kalangan. Pengunjung tidak hanya mendengar kisahnya, tetapi juga dapat melihat bagaimana cerita itu diterjemahkan melalui gerakan tari, ekspresi pemain, serta iringan musik tradisional.
Baca Juga: Candi Gedong Songo Semarang, Sempat Direvitalisasi Rp23 Miliar, Ini Perubahan yang Menarik Perhatian
Kisah Cinta yang Berakhir dengan Kutukan
Dalam cerita rakyat yang berkembang di masyarakat, Roro Jonggrang merupakan putri Prabu Baka, seorang raja yang memerintah Kerajaan Prambanan. Kehidupannya berubah setelah Kerajaan Prambanan dikalahkan oleh pasukan dari Kerajaan Pengging yang dipimpin Bandung Bondowoso.
Setelah kemenangan tersebut, Bandung Bondowoso tertarik kepada Roro Jonggrang dan ingin menjadikannya sebagai istri. Namun, Roro Jonggrang menolak karena Bandung Bondowoso merupakan sosok yang telah mengalahkan kerajaan sekaligus membunuh ayahnya.
Untuk menghindari pernikahan tersebut, Roro Jonggrang mengajukan syarat yang dianggap hampir mustahil. Bandung Bondowoso harus membangun seribu candi dalam waktu satu malam.
Bandung Bondowoso menerima permintaan itu dan menggunakan bantuan pasukan makhluk gaib untuk menyelesaikan pembangunan. Pekerjaan tersebut berlangsung cepat hingga jumlah candi hampir mencapai seribu bangunan.



