Legenda Roro Jonggrang, Mengapa Patung Dewi Durga Disebut sebagai Putri yang Dikutuk?

G
Penulis: Gita Dwi N.❯
Legenda Roro Jonggrang melekat pada arca Dewi Durga di Candi Prambanan. Inilah asal-usul kisah yang dikenal masyarakat.(Gemini AI)
Legenda Roro Jonggrang melekat pada arca Dewi Durga di Candi Prambanan. Inilah asal-usul kisah yang dikenal masyarakat.(Gemini AI)

 

RADAR PENATARAN - Legenda Roro Jonggrang menjadi salah satu cerita rakyat yang tidak bisa dipisahkan dari keberadaan Candi Prambanan. Salah satu bagian yang paling menarik perhatian adalah kaitan antara sosok Roro Jonggrang dengan sebuah arca perempuan yang berada di dalam kompleks candi tersebut.

Arca itu berada di ruang utara Candi Siwa dan dikenal sebagai arca Dewi Durga Mahisasuramardini. Dalam cerita yang berkembang di masyarakat, arca tersebut dipercaya sebagai perwujudan Roro Jonggrang setelah dikutuk oleh Bandung Bondowoso karena menggagalkan pembangunan seribu candi.

Arca Dewi Durga di Candi Siwa

Candi Prambanan memiliki sejumlah bangunan utama dengan ruang-ruang yang menyimpan arca dewa dalam kepercayaan Hindu. Salah satunya adalah Candi Siwa yang menjadi bangunan utama dalam kompleks tersebut.

Di bagian utara Candi Siwa terdapat arca Dewi Durga Mahisasuramardini. Arca ini menggambarkan Dewi Durga dalam wujud yang berkaitan dengan kisah peperangannya melawan raksasa Mahisasura.

Dalam tradisi Hindu, Dewi Durga dikenal sebagai sosok dewi yang memiliki kekuatan untuk mengalahkan kejahatan. Penggambaran tersebut berbeda dari cerita rakyat Roro Jonggrang yang lebih menonjolkan kisah seorang putri kerajaan.

Meskipun demikian, masyarakat kemudian menghubungkan arca tersebut dengan tokoh Roro Jonggrang. Hubungan inilah yang membuat banyak pengunjung mengenal arca Dewi Durga sebagai patung Roro Jonggrang.

Bagaimana Roro Jonggrang Bisa Dikaitkan dengan Arca?

Dalam cerita rakyat, Roro Jonggrang merupakan putri Prabu Baka yang hidup di Kerajaan Prambanan. Kehidupannya berubah setelah kerajaan tersebut dikalahkan oleh Bandung Bondowoso dari Kerajaan Pengging.

Setelah mengalahkan Prabu Baka, Bandung Bondowoso ingin menikahi Roro Jonggrang. Namun, sang putri menolak karena tidak ingin menikah dengan orang yang telah membunuh ayahnya.

Roro Jonggrang kemudian memberikan syarat agar Bandung Bondowoso membangun seribu candi dalam satu malam. Permintaan tersebut dianggap mustahil, tetapi Bandung Bondowoso menyanggupinya dengan bantuan pasukan makhluk gaib.

Ketika pembangunan hampir selesai, Roro Jonggrang menyusun siasat agar para makhluk gaib mengira matahari telah terbit. Ia meminta para perempuan menumbuk lesung dan membuat suasana menyerupai pagi hari.


Artikel Terkait

Legenda Roro Jonggrang dan Misteri Seribu Candi, Benarkah Dibangun dalam Semalam?

Legenda Roro Jonggrang dan Misteri Seribu Candi, Benarkah Dibangun dalam Semalam?

Legenda Roro Jonggrang terkenal dengan kisah pembangunan seribu candi dalam semalam. Simak asal-usul dan fakta di balik ceritanya.

Legenda Roro Jonggrang Memiliki Banyak Versi, Ini Perbedaan Kisah yang Jarang Diketahui

Legenda Roro Jonggrang Memiliki Banyak Versi, Ini Perbedaan Kisah yang Jarang Diketahui

Legenda Roro Jonggrang ternyata memiliki sejumlah versi cerita dengan perbedaan tokoh, alur, hingga asal-usul seribu candi.

Legenda Roro Jonggrang Tak Lekang oleh Waktu, Kini Hadir dalam Pertunjukan Dramatari

Legenda Roro Jonggrang Tak Lekang oleh Waktu, Kini Hadir dalam Pertunjukan Dramatari

Legenda Roro Jonggrang terus dikenal lintas generasi dan diangkat menjadi pertunjukan dramatari yang menarik perhatian wisatawan.

Berita Terkini

Populer