Ternak Burung Puyuh Petelur Makin Dilirik, Modal dan Perawatannya Perlu Diperhitungkan

RADAR PENATARAN – Ternak burung puyuh petelur menjadi salah satu peluang usaha di bidang peternakan unggas yang menarik untuk dicoba. Ukuran tubuhnya relatif kecil, kebutuhan lahannya tidak terlalu luas, dan hasil produksinya dapat dipanen secara rutin ketika burung sudah memasuki masa bertelur.
Telur puyuh banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan, mulai dari lauk rumahan, pelengkap sayuran, hingga berbagai olahan kuliner. Kondisi tersebut membuat usaha ternak puyuh memiliki peluang pasar tersendiri bagi peternak skala rumahan maupun komersial.
Kementerian Pertanian juga pernah menyoroti potensi burung puyuh sebagai sumber protein hewani alternatif. Salah satu peternakan yang dikunjungi pada Mei 2025 mampu memelihara sekitar 2.000 ekor puyuh dan menghasilkan rata-rata 18 kilogram telur setiap hari.
1. Mengenal Karakter Burung Puyuh Petelur
Jenis burung puyuh yang banyak dibudidayakan untuk menghasilkan telur adalah Coturnix coturnix japonica. Burung ini memiliki ukuran tubuh kecil dan dapat dipelihara menggunakan kandang khusus yang disusun secara bertingkat.
Salah satu kelebihan puyuh adalah masa awal produksinya relatif cepat. Berdasarkan informasi dari Kementerian Pertanian, burung puyuh dapat mulai bertelur sekitar umur 38 hari, meskipun waktu tersebut dapat berbeda tergantung kondisi bibit dan pemeliharaan.
Dalam kondisi pemeliharaan yang baik, seekor puyuh betina berpotensi menghasilkan sekitar 250–300 butir telur dalam satu tahun. Angka tersebut merupakan potensi produksi, bukan hasil yang selalu diperoleh setiap peternak.
Baca Juga: Jadwal Timnas Indonesia FIFA Matchday November 2026: Hadapi Yordania dan Kuwait, Ini Tanggalnya !
2. Persiapan Kandang Sebelum Memulai Usaha
Kandang menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kenyamanan dan kesehatan puyuh. Peternak dapat menggunakan kandang baterai bertingkat untuk menghemat penggunaan ruang sekaligus mempermudah pengambilan telur.
Kandang sebaiknya dibuat menggunakan bahan yang kuat, mudah dibersihkan, dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Lantai kandang biasanya dibuat sedikit miring agar telur dapat menggelinding ke bagian penampungan tanpa harus sering masuk ke area tempat burung beraktivitas.
Lokasi kandang juga perlu diperhatikan. Hindari tempat yang terlalu bising karena suara dan gangguan berlebihan dapat membuat puyuh mengalami stres.
Selain itu, pastikan kandang tidak terlalu padat. Kepadatan berlebihan dapat meningkatkan suhu, memperburuk kualitas udara, dan membuat burung lebih rentan mengalami gangguan kesehatan.



